1. Tujuan Praktikum
- Siswa mampu mengidentifikasi komponen arsitektur PC (Socket CPU, Chipset, Slot RAM, PCIe, M.2 NVMe, dan VRM Motherboard) sesuai spesifikasi teknis.
- Siswa mampu merakit personal computer (PC) mengikuti standar K3LH (Kesehatan, Keselamatan Kerja, dan Lingkungan Hidup) serta proteksi ESD (Electrostatic Discharge).
- Siswa mampu menganalisis kegagalan sistem saat proses booting menggunakan diagnosa kode POST (Power-On Self Test) dan Beep Code BIOS.
2. Alat dan Bahan Praktikum
- Obeng presisi magnetik (Philips PH1 / PH2)
- Gelang statis (Anti-Static Wrist Strap) atau mat anti-statis
- Thermal paste berkualitas tinggi berbasis keramik/perak (konduktivitas termal > 8 W/mK)
- Multimeter digital untuk pengujian tegangan rail 12V, 5V, dan 3.3V Power Supply
- Unit Motherboard LGA 1700 / AM4 / AM5
- Processor Intel Core i5 / AMD Ryzen 5
- Modul RAM DDR4 / DDR5 2x8GB (Dual Channel Kit)
- Media penyimpanan SSD M.2 NVMe PCIe Gen 4x4
- Power Supply Unit (PSU) bersertifikasi 80 Plus Bronze / Gold
3. Tabel Identifikasi Komponen Hardware Utama
| Komponen |
Fungsi Utama |
Parameter Kritis Spesifikasi |
Potensi Masalah (Failure Point) |
| Processor (CPU) |
Unit pemrosesan logika & komputasi utama |
Socket type (LGA vs PGA), TDP (Watt), Clock Speed |
Overheating, pin bengkok, throttling |
| Motherboard |
Papan sirkuit utama interkoneksi komponen |
Form factor (ATX/mATX), Chipset, Phase VRM |
Kapasitor kembung, short sirkuit, BIOS corrupt |
| RAM (Memory) |
Penyimpanan data sementara instruksi aktif |
Generasi (DDR4/DDR5), Frekuensi (MT/s), Timing CL |
BSOD (Memory Management), gagal POST |
| SSD M.2 NVMe |
Media penyimpanan persisten kecepatan tinggi |
Form factor 2280, Protokol NVMe PCIe 4.0/5.0 |
Thermal throttling, bad block kontroler |
| Power Supply (PSU) |
Konversi arus AC 220V ke DC 12V, 5V, 3.3V |
Efisiensi 80 Plus, Ripple Voltage, Total Wattage |
Tegangan drop, re-booting mendadak, induksi |
4. Prosedur Perakitan PC Standar Industri
A. Persiapan Lingkungan & Proteksi ESD
- Gunakan alas meja berbahan non-konduktif dan pasang gelang statis pada pergelangan tangan, hubungkan klip alligator ke grounding sasis casing.
- Hindari merakit di atas karpet berbulu atau mengenakan pakaian wol yang mudah mengakumulasi muatan listrik statis.
B. Pemasangan Komponen di Luar Casing (Bench Test)
- Letakkan motherboard di atas kotak kemasannya (jangan di atas kantong antistatis bagian luar karena permukaannya semi-konduktif).
- Buka tuas pengunci socket CPU. Perhatikan tanda segitiga emas (golden triangle indicator) di sudut processor dan sejajarkan dengan sudut socket motherboard. Turunkan CPU tanpa ditekan paksa (Zero Insertion Force), lalu kunci tuas penahan.
- Pasang modul RAM pada slot A2 dan B2 (slot ke-2 dan ke-4 dari socket CPU) untuk mengaktifkan mode Dual Channel secara optimal.
- Buka pelat pendingin (heatsink) M.2 slot utama. Masukkan SSD M.2 NVMe dengan sudut 30 derajat, tekan perlahan hingga rata, dan kencangkan baut pengunci atau kait latch.
- Aplikasikan thermal paste pada permukaan prosesor sebesar ukuran biji jagung (metode pea-size dot) di bagian tengah Integrated Heat Spreader (IHS). Pasang pendingin CPU (cooler) dan kencangkan baut dengan pola menyilang (diagonal cross pattern) agar tekanan pasta merata.
C. Integrasi ke Casing & Manajemen Kabel
- Pasang pelindung I/O Shield pada bagian belakang casing (jika belum pre-installed).
- Pasang baut spacer penopang (stand-off) sesuai tata letak form factor motherboard (mATX atau ATX) untuk mencegah korsleting jalur solder PCB ke sasis logam.
- Masukkan motherboard perlahan, paskan port ke I/O shield, dan kunci menggunakan baut motherboard berukuran sesuai.
- Pasang PSU di kompartemen bawah (PSU shroud) dengan kipas mengarah ke lubang ventilasi bawah.
- Hubungkan kabel daya utama:
- Konektor 24-Pin ATX Main Power ke motherboard.
- Konektor 8-Pin (4+4) EPS 12V CPU Power di sudut kiri atas motherboard.
- Konektor Front Panel (Power SW, Reset SW, Power LED, HDD LED) sesuai diagram pinout motherboard.
- Kabel USB 3.0 Front Header dan HD Audio.
5. Tabel Diagnosa POST (Power-On Self Test) & Beep Code
POST adalah serangkaian tes diagnostik otomatis yang dijalankan oleh firmware BIOS/UEFI sesaat setelah tombol power dinyalakan.
| Pola Suara Beep (AMI BIOS) |
Indikasi Kerusakan |
Langkah Penanganan Solutif |
| 1 Beep Pendek |
Sistem Normal (POST Passed) |
Tidak ada tindakan, sistem siap memuat OS |
| 1 Beep Panjang, 2-3 Pendek |
Masalah pada Kartu Grafis (VGA/GPU) |
Lepas & pasang ulang GPU, bersihkan pin PCIe, cek kabel daya PCIe 8-pin |
| Beep Panjang Berulang |
Masalah pada Modul Memori (RAM) |
Lepas RAM, bersihkan pin emas dengan penghapus pensil, pasang per-slot tunggal |
| 5 Beep Pendek |
Kegagalan Processor (CPU Failure) |
Cek dudukan socket CPU, periksa pin bengkok, pastikan konektor EPS 12V terpasang |
| Beep Terus-menerus Tanpa Henti |
Kegagalan Suplai Daya (Power Failure) |
Uji tegangan PSU menggunakan multimeter, ganti kabel daya atau ganti unit PSU |
6. Pengujian Stabilitas & Validasi Pasca Rakit
- Masuk ke menu UEFI BIOS (tekan tombol
Del atau F2 saat booting).
- Periksa apakah kapasitas RAM dan clock speed terdeteksi penuh. Aktifkan profil XMP / EXPO (Extreme Memory Profile) agar RAM berjalan pada frekuensi rated aslinya.
- Periksa temperatur CPU pada menu Hardware Monitor (Suhu idle normal berkisar antara 35°C - 45°C). Jika suhu melonjak di atas 65°C saat idle, segera matikan PC dan periksa pemasangan heatsink cooler.
- Simpan konfigurasi dengan menekan tombol
F10 (Save & Exit).