1. Tujuan Praktikum
- Siswa mampu menghitung Network ID, Broadcast ID, dan rentang usable IP berdasarkan prefix CIDR (/24, /26, /28).
- Siswa mampu mengonfigurasi IP Address statis pada interface sistem operasi (Windows 10/11 dan Linux).
- Siswa mampu melakukan troubleshooting konektivitas jaringan lokal menggunakan ICMP utilities (Ping, Traceroute).
2. Alat dan Bahan
- 2 unit PC / Laptop Laboratorium
- 1 kabel UTP tipe Straight-Through (Cat5e / Cat6)
- Switch unmanaged 8-port
- Simulator Cisco Packet Tracer
3. Topologi & Tabel Alokasi Pengalamatan
- Jaringan: 192.168.10.0 /26 (Subnet Mask: 255.255.255.192)
- PC-01: 192.168.10.10 /26 (Default Gateway: 192.168.10.1)
- PC-02: 192.168.10.20 /26 (Default Gateway: 192.168.10.1)
- Broadcast Address: 192.168.10.63
4. Langkah Kerja
A. Konfigurasi pada Windows
- Buka Control Panel -> Network and Internet -> Network and Sharing Center -> Change adapter settings.
- Klik kanan pada Ethernet -> pilih Properties.
- Pilih Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4) -> klik Properties.
- Pilih "Use the following IP address", masukkan IP
192.168.10.10 dan Subnet Mask 255.255.255.192.
- Klik OK untuk menyimpan.
B. Konfigurasi pada Linux (CLI)
# Menetapkan IP sementara
sudo ip addr add 192.168.10.20/26 dev eth0
sudo ip link set eth0 up
# Verifikasi IP
ip a show eth0
5. Pengujian & Troubleshooting
Lakukan tes konektivitas dari PC-01 ke PC-02:
Jika terjadi Request Timed Out (RTO), periksa:
- Pastikan kabel UTP tercolok kencang dan lampu indikator port switch menyala hijau.
- Nonaktifkan sementara Windows Defender Firewall pada profil Private Network.
- Pastikan kedua host berada dalam subnet yang identik (192.168.10.0/26).